Title : The Wolf part 1
Author : Kim_Yunae
Main Cast
:
- - Tiffany hwang
- - Oh Sehun (Sehun)
- - Park Chanyeol
- - Kim Joon Myun (Suho)
- - Kim Min Seok (xiumin)
- - Do Kyung Soo (D.O)
Genre : AU (Alternate Universe), Romance, Action, Brothership, Friendship,
Mystery
Length :
Main Chapter
Disclaimer : Segala hal yang berada dalam Fanfiction ini, Murni adalah imajinasi saya! Don’t BASHING!! Don’t Like? Don’t Read!!
‡ The Wolf ‡
-Author POV-
Seorang namja bernama Suho menarik seorang
gadis ke suatu rumah yang terlihat standar bercat warna biru muda, yeoja itu
pun hanya bisa pasrah mengikuti namja itu nemanariknya masuk ke dalam rumah
itu.
“annyeong, aku pulang” kata Suho sambil
berjalan ke ruang tamu sambil tetapi menarik gadis itu.
“kau sudah pulang hyung?” Tanya namja
berambut orange sambil menaruh buku yang tadi dia baca.
“dan siapa yeoja itu hyung?” Tanya namja
berambut blonde yang duduk di sebelah namja berambut orange.
“oh iya fany~sshi perkenalkan yang rambut
orange namanya Xiumin yang rambut blonde namanya Sehun” kata Suho.
“annyeong joneun Tiffany Hwang imnida” kata
Tiffany sambil membungkuk.
“MWO………?!” kata Xiumin dan Sehun
bebarengan.
“hyung apakah benar yeoja yang kau bawa itu
putri mafia dari Hwang Dong Hae dan Jessica Hwang?” Tanya Sehun
“tanyakan sendiri pada Tiffany” jawab Suho
enteng.
“benarkah itu Tiffany~sshi?” Tanya Xiumin.
“ne” jawab Tiffany sambil mengangguk malas.
“cool….” Kata Xiumin dan Sehun bebarengan
lagi.
Suho pun menarik Tiffany lagi dan
medudukkan Tiffany di sofa agak kasar dan Suho pun duduk di sebelah Tiffany.
“lembutlah sedikit dengan wanita babo” kata
Tiffany.
“memang kau seorang wanita? Tingkah mu saja
sama seperti namja” balas Suho enteng.
Sehun terus menatap Tiffany takjub, baru
kali ini dia melihat yeoja secantik Tiffany tanpa sadar tiba-tiba Sehun pergi
dari ruangan itu dan pergi entah kemana dan kembali membawa gelas berisi air
hangat.
“hyung minggirlah” perintah Sehun ke Suho.
Suho tanpa perlawanan pindah ke sofa sebelah
Xiumin, Sehun pun duduk di tempat Suho tadi. Dan memasukan sapu tangan ke gelas
tadi dan memerasnya.
“Tiffany menolehlah kearah ku” perintah
Sehun ke Tiffany.
“waeyo?” kata Tiffany sambil menoleh.
Sehun menarik dagu Tiffany dan agak
mendekatkan wajah Tiffany kearahnya sepontan Tiffany memukul tangan Sehun.
“apa yang kau lakukan heh?” Heran Tiffany
sambil menjauhkan badannya dari Sehun.
Sehun tanpa banyak bicara menarik tangan
Tiffany dan memeluk tubuh yeoja itu dan membersihkan muka Tiffany dengan sapu tangan
yang telah di basahi tadi.
DEG…..
“muka mu penuh dengan debu dan ada
bercak-bercak darahnya” kata Sehun sambil terus membersihkan muka Tiffany.
-author POV End-
-Tiffany POV-
Aku hanya bisa diam dan membiarkan Sehun
membersihkan wajahku, jujur aku tidak pernah diperlakukan seperti ini apa lagi oleh
seseorang. Terakhir kali diperlakukan begitu oleh alm. eomma kandung ku.
-flashback-
“eomma…… hiks……” panggil ku sambil
menangis.
“astaga
Tiffany apa yang terjadi pada mu sayang?” Tanya sang eomma yang melihat tubuh ku
yang memar dan mukanya penuh dengan luka.
“hiks….. appa jahat eomma….. hiks……” kata ku
sambil terus menangis.
“sini biar eomma bersihkan luka-luka mu
sayang” kata eomma sambil memeluk ku dan membersihkan muka ku dengan sapu
tangannya yang basahi dengan air hangat.
“sudah membaik sayang?” Tanya eomma.
“sudah eomma” jawab ku sambil tersenyum dan
menunjukan eyesmile ku.
“my yeppo aegya” kata eomma sambil memeluk
ku dan aku pun memeluk balik tubuh eomma.
-flash back end-
Aku pun tersadar dari kenangan itu, tanpa
aku sadari aku membalas pelukan Sehun. Entah kenapa aku begitu nyaman di
pelukannya.
“EHEM……” tiba-tiba Suho pura-pura terbatuk.
Aku pun segera melepaskan pelukan ku dari
badan Sehun dan Sehun pun demikian, tiba-tiba Suho dan Xiumin pun sedikit
melongo melihatku.
“neomu yeppo” kata Xiumin.
“ternyata dia begitu cantik” kata Suho
sambil menunjukan muka polosnya.
Aku pun merasakan muka ku mulai memanas,
memang aku paling tidak kuat kalau di puji.
“kamsahamnida” kata ku sambil menunjukan eyesmile
yang aku punya.
BRUK……
Tiba-tiba semua menoleh termasuk aku kearah
sumber suara itu, ternyata Sehun terjatuh dari tempat duduk nya sambil muka nya
memerah seperti tomat.
“Sehun~ah, kau tidak apa-apa?” Tanya Suho
heran.
“akh…. Tidak apa-apa hyung” kata Sehun
seraya bangkit.
“sudah malam sebaikanya kau istirahat
Tiffany~sshi, biar aku antar ke kamar yang bisa kau tempati” Tanya Xiumin
sambil menarik tangan ku lembut.
Aku pun hanya bisa pasrah mengikutinya
menuju kamar paling belakang, dia pun membukakan pintu dan mengajak ku masuk. Kamar
itu mirip kamar dulu di rumah appa, serba pink.
“bukannya di rumah ini cuman ada kalian
ber-3 kenapa ada kamar yeoja disini?” Tanya ku sambil melihat-lihat isi kamar
itu.
“dulu aku memiliki seorang saeng yeoja
sebelum ada Sehun” kata Xiumin.
“tetapi dimana dia sekarang?” Tanya ku
sambil duduk dikasur.
“dia telah meninggal” jawab Xiumin sambil
menunduk.
“oh…. Mianhaeyo Xiumin~sshi, aku tidak
bermaksud” kata ku sambil berjalan kearah Xiumin.
“gwenchannayo, itu sudah kejadian 7 tahun
lalu sebelum ada Sehun disini. Sudah larut sebaiknya kau istirahat, jaljayo
Tiffany~sshi” kata Xiumin sambil menutup pintu kamar ku.
“jaljayo Xiumin~sshi” kata ku.
Aku pun segera melepaskan jaket ku,
tiba-tiba aku melihat ada sebuah bingkai foto di meja rias karena penasaran aku
pun mengambil bingkai itu dan melihat fotonya.
“yeppo” kata ku sambil melihat foto di meja
rias itu.
‘apakah dia saeng nya Xiumin dan Suho’
batin ku.
Kuamati baik-baik dia sangat mirip dengan
Jessica ahjumma, seharusnya aku memanggil nya eomma bukan ahjumma tetapi dia
adalah penghancur hubungan Taeyeon eomma dan Donghae appa, wanita seperti dia
tidak pantas aku panggil eomma.
-flash back-
Tok… tok… tok…..
“aegya coba kamu lihat siapa yang mengetuk
pintu” perintah eomma.
“ne eomma” kata ku sambil berlari kearah
pintu.
Aku pun membuka pintu itu dan melihat ada
seorang yeoja sambil menggendong anak bayi, aku pun terheran-heran akhirnya ku
beranikan untuk bertanya.
“ahjumma siapa?” Tanya ku.
“Hwang Donghae ada?” Tanya ahjumma itu.
“appa?! Appa sedang keluar, ahjumma” jawab
ku.
“nuguseo Fanny?” Tanya eomma sambil
menghampiri ku.
“mau apa kamu kesini?” Tanya eomma dengan
tatapan dingin ke ahjumma itu.
“Taeyeon~sshi “ kata ahjumma itu sambil
matanya berkaca-kaca.
“pergi dari sini atau aku panggil penjaga” amuk
eomma.
“tetapi aku dan Seo…..” kata ahjumma itu.
“CUKUP JESSICA….. PERGI DARI SINI SEKARANG
JUGA……..” bentak eomma sambil membanting pintu.
BRAK………..
Eomma pun duduk di lantai sambil menangis.
“eomma…. Gwechannayo?” Tanya ku pada eomma.
“fanny ayo kita pergi dari rumah……..” kata
eomma sambil menyeka airmatanya.
“wa..waeyo eomma?” Tanya ku.
“eomma sudah tidak betah lagi dengan appa
mu” kata eomma sambil menggendong ku dan masuk kedalam kamar.
Eomma pun membereskan baju-baju nya dan
baju ku, dan pergi dari rumah besar itu.
-flash back end-
“dasar wanita licik……” kata ku pelan.
Aku pun menaruh foto itu kembali dan pergi
tidur berharap bisa bertemu eomma di dalam mimpi ku.
-Tiffany POV end-
-author POV-
Xiumin pun berjalan kearah ruang makan dan
melihat Sehun dan Suho telah menunggunya.
“apakah dia sudah tidur Xiumin?” Tanya Suho
yang duduk di ruang makan bersama Sehun.
“aku pikir sudah hyung” kata Xiumin sambil
duduk di kursi kosong di meja makan.
“hyung, apakah dia benar-benar mau
bergabung dengan kita?” Tanya Sehun.
“aku rasa begitu, aku melihat cara
menembaknya sangat bagus untuk standar seorang yeoja.” Kata Suho
.
“jinjayo hyung?! Seorang yeoja secantik dia
bisa menembak?” Tanya Xiumin tidak percaya.
“buat apa aku berbohong padamu? Aku juga
tidak tertarik pada yeoja macam dia” jawab Suho dingin.
“hyung ingat umur donk….. umur mu itu sudah
tua tetapi belum memiliki seorang yeoja” cibir Sehun.
“anak kecil seperti mu itu tau apa huh?
Ikut-ikut masalah orang dewasa” lirik Suho.
“apa kata mu hyung?!” kata Sehun sambil
berdiri dan mengambil pistol di saku celana nya dan mengarahkannya di Suho.
Suho pun tanggap dan mengikuti Sehun
berdiri dan mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan ke Sehun.
“sudahlah hyung, Sehun, taruh pistol
kalian” kata Xiumin sambil berdiri dan menurut kan pistol yang mereka acungkan.
Sehun dan Suho pun menurunkan pistol mereka
bersamaan sambil saling menatap dingin diantara mereka. Xiumin hanya bisa
menggeleng-geleng melihat tingkah hyung dan namdongsaengnya itu.
“lebih baik kita semua istirahat, hyung
besok kau harus bekerja bukan? Sehun kau juga harus sekolah bukan? Besok kalian
akan ku bangun kan pagi-pagi sekali, aku tidak mau mendengarkan alasankan
sedikit pun atau kalian akan merasakan rasa yang amat sakit besok pagi” terang
Xiumin.
Sepontan Sehun dan Suho pun menggelidik
ketakutan karena perkataan Xiumin tadi, tanpa berkata apapun Sehun dan Suho pun
pergi kekamar mereka masing-masing. Xiumin pun membereskan kursi-kursi itu dan
mengeluarkan sebuah foto dari kantung celanannya. Foto yang sama dengan yang
ada di kamar tempat Tiffany tidur.
“Krys….. sepertinya oppa telah menemukan
penggantimu dan yang akan menemani oppa” kata Xiumin sambil masukan foto itu ke
kantung celanannya dan pergi ke kamarnya untuk tidur.
- - To be continue -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar