Sabtu, 15 Februari 2014

The Wolf (Who is her?)


Title : The Wolf part 1

Author : Kim_Yunae

Main Cast :
-          - Tiffany hwang
-          - Oh Sehun (Sehun)
-          - Park Chanyeol
-          - Kim Joon Myun (Suho)
-          - Kim Min Seok (xiumin)
-          - Do Kyung Soo (D.O)

Genre : AU (Alternate Universe), Romance, Action, Brothership, Friendship, Mystery

Length : Main Chapter

Rated : PG-15

Disclaimer : Segala hal yang berada dalam Fanfiction ini, Murni adalah imajinasi saya! Don’t BASHING!! Don’t Like? Don’t Read!!
‡ The Wolf  ‡
-Author POV-
Seorang namja bernama Suho menarik seorang gadis ke suatu rumah yang terlihat standar bercat warna biru muda, yeoja itu pun hanya bisa pasrah mengikuti namja itu nemanariknya masuk ke dalam rumah itu.

“annyeong, aku pulang” kata Suho sambil berjalan ke ruang tamu sambil tetapi menarik gadis itu.

“kau sudah pulang hyung?” Tanya namja berambut orange sambil menaruh buku yang tadi dia baca.

“dan siapa yeoja itu hyung?” Tanya namja berambut blonde yang duduk di sebelah namja berambut orange.

“oh iya fany~sshi perkenalkan yang rambut orange namanya Xiumin yang rambut blonde namanya Sehun” kata Suho.

“annyeong joneun Tiffany Hwang imnida” kata Tiffany sambil membungkuk.

“MWO………?!” kata Xiumin dan Sehun bebarengan.

“hyung apakah benar yeoja yang kau bawa itu putri mafia dari Hwang Dong Hae dan Jessica Hwang?” Tanya Sehun

“tanyakan sendiri pada Tiffany” jawab Suho enteng.

“benarkah itu Tiffany~sshi?” Tanya Xiumin.

“ne” jawab Tiffany sambil mengangguk malas.

“cool….” Kata Xiumin dan Sehun bebarengan lagi.

Suho pun menarik Tiffany lagi dan medudukkan Tiffany di sofa agak kasar dan Suho pun duduk di sebelah Tiffany.

“lembutlah sedikit dengan wanita babo” kata Tiffany.

“memang kau seorang wanita? Tingkah mu saja sama seperti namja” balas Suho enteng.

Sehun terus menatap Tiffany takjub, baru kali ini dia melihat yeoja secantik Tiffany tanpa sadar tiba-tiba Sehun pergi dari ruangan itu dan pergi entah kemana dan kembali membawa gelas berisi air hangat.

“hyung minggirlah” perintah Sehun ke Suho.

Suho tanpa perlawanan pindah ke sofa sebelah Xiumin, Sehun pun duduk di tempat Suho tadi. Dan memasukan sapu tangan ke gelas tadi dan memerasnya.

“Tiffany menolehlah kearah ku” perintah Sehun ke Tiffany.

“waeyo?” kata Tiffany sambil menoleh.

Sehun menarik dagu Tiffany dan agak mendekatkan wajah Tiffany kearahnya sepontan Tiffany memukul tangan Sehun.

“apa yang kau lakukan heh?” Heran Tiffany sambil menjauhkan badannya dari Sehun.

Sehun tanpa banyak bicara menarik tangan Tiffany dan memeluk tubuh yeoja itu dan membersihkan muka Tiffany dengan sapu tangan yang telah di basahi tadi.

DEG…..

“muka mu penuh dengan debu dan ada bercak-bercak darahnya” kata Sehun sambil terus membersihkan muka Tiffany.

-author POV End-

-Tiffany POV-

Aku hanya bisa diam dan membiarkan Sehun membersihkan wajahku, jujur aku tidak pernah diperlakukan seperti ini apa lagi oleh seseorang. Terakhir kali diperlakukan begitu oleh alm. eomma kandung ku.

-flashback-

“eomma…… hiks……” panggil ku sambil menangis.

 “astaga Tiffany apa yang terjadi pada mu sayang?” Tanya sang eomma yang melihat tubuh ku yang memar dan mukanya penuh dengan luka.

“hiks….. appa jahat eomma….. hiks……” kata ku sambil terus menangis.

“sini biar eomma bersihkan luka-luka mu sayang” kata eomma sambil memeluk ku dan membersihkan muka ku dengan sapu tangannya yang basahi dengan air hangat.

“sudah membaik sayang?” Tanya eomma.

“sudah eomma” jawab ku sambil tersenyum dan menunjukan eyesmile ku.

“my yeppo aegya” kata eomma sambil memeluk ku dan aku pun memeluk balik tubuh eomma.

-flash back end-

Aku pun tersadar dari kenangan itu, tanpa aku sadari aku membalas pelukan Sehun. Entah kenapa aku begitu nyaman di pelukannya.

“EHEM……” tiba-tiba Suho pura-pura terbatuk.

Aku pun segera melepaskan pelukan ku dari badan Sehun dan Sehun pun demikian, tiba-tiba Suho dan Xiumin pun sedikit melongo melihatku.

“neomu yeppo” kata Xiumin.

“ternyata dia begitu cantik” kata Suho sambil menunjukan muka polosnya.

Aku pun merasakan muka ku mulai memanas, memang aku paling tidak kuat kalau di puji.

“kamsahamnida” kata ku sambil menunjukan eyesmile yang aku punya.

BRUK……

Tiba-tiba semua menoleh termasuk aku kearah sumber suara itu, ternyata Sehun terjatuh dari tempat duduk nya sambil muka nya memerah seperti tomat.

“Sehun~ah, kau tidak apa-apa?” Tanya Suho heran.

“akh…. Tidak apa-apa hyung” kata Sehun seraya bangkit.

“sudah malam sebaikanya kau istirahat Tiffany~sshi, biar aku antar ke kamar yang bisa kau tempati” Tanya Xiumin sambil menarik tangan ku lembut.

Aku pun hanya bisa pasrah mengikutinya menuju kamar paling belakang, dia pun membukakan pintu dan mengajak ku masuk. Kamar itu mirip kamar dulu di rumah appa, serba pink.

“bukannya di rumah ini cuman ada kalian ber-3 kenapa ada kamar yeoja disini?” Tanya ku sambil melihat-lihat isi kamar itu.

“dulu aku memiliki seorang saeng yeoja sebelum ada Sehun” kata Xiumin.

“tetapi dimana dia sekarang?” Tanya ku sambil duduk dikasur.

“dia telah meninggal” jawab Xiumin sambil menunduk.

“oh…. Mianhaeyo Xiumin~sshi, aku tidak bermaksud” kata ku sambil berjalan kearah Xiumin.

“gwenchannayo, itu sudah kejadian 7 tahun lalu sebelum ada Sehun disini. Sudah larut sebaiknya kau istirahat, jaljayo Tiffany~sshi” kata Xiumin sambil menutup pintu kamar ku.

“jaljayo Xiumin~sshi” kata ku.

Aku pun segera melepaskan jaket ku, tiba-tiba aku melihat ada sebuah bingkai foto di meja rias karena penasaran aku pun mengambil bingkai itu dan melihat fotonya.

“yeppo” kata ku sambil melihat foto di meja rias itu.

‘apakah dia saeng nya Xiumin dan Suho’ batin ku.

Kuamati baik-baik dia sangat mirip dengan Jessica ahjumma, seharusnya aku memanggil nya eomma bukan ahjumma tetapi dia adalah penghancur hubungan Taeyeon eomma dan Donghae appa, wanita seperti dia tidak pantas aku panggil eomma.

-flash back-

Tok… tok… tok…..

“aegya coba kamu lihat siapa yang mengetuk pintu” perintah eomma.

“ne eomma” kata ku sambil berlari kearah pintu.

Aku pun membuka pintu itu dan melihat ada seorang yeoja sambil menggendong anak bayi, aku pun terheran-heran akhirnya ku beranikan untuk bertanya.

“ahjumma siapa?” Tanya ku.

“Hwang Donghae ada?” Tanya ahjumma itu.

“appa?! Appa sedang keluar, ahjumma” jawab ku.

“nuguseo Fanny?” Tanya eomma sambil menghampiri ku.

“mau apa kamu kesini?” Tanya eomma dengan tatapan dingin ke ahjumma itu.

“Taeyeon~sshi “ kata ahjumma itu sambil matanya berkaca-kaca.

“pergi dari sini atau aku panggil penjaga” amuk eomma.

“tetapi aku dan Seo…..” kata ahjumma itu.

“CUKUP JESSICA….. PERGI DARI SINI SEKARANG JUGA……..” bentak eomma sambil membanting pintu.

BRAK………..

Eomma pun duduk di lantai sambil menangis.

“eomma…. Gwechannayo?” Tanya ku pada eomma.

“fanny ayo kita pergi dari rumah……..” kata eomma sambil menyeka airmatanya.

“wa..waeyo eomma?” Tanya ku.

“eomma sudah tidak betah lagi dengan appa mu” kata eomma sambil menggendong ku dan masuk kedalam kamar.

Eomma pun membereskan baju-baju nya dan baju ku, dan pergi dari rumah besar itu.

-flash back end-

“dasar wanita licik……” kata ku pelan.

Aku pun menaruh foto itu kembali dan pergi tidur berharap bisa bertemu eomma di dalam mimpi ku.

-Tiffany POV end-

-author POV-

Xiumin pun berjalan kearah ruang makan dan melihat Sehun dan Suho telah menunggunya.

“apakah dia sudah tidur Xiumin?” Tanya Suho yang duduk di ruang makan bersama Sehun.

“aku pikir sudah hyung” kata Xiumin sambil duduk di kursi kosong di meja makan.

“hyung, apakah dia benar-benar mau bergabung dengan kita?” Tanya Sehun.

“aku rasa begitu, aku melihat cara menembaknya sangat bagus untuk standar seorang yeoja.” Kata  Suho
.
“jinjayo hyung?! Seorang yeoja secantik dia bisa menembak?” Tanya Xiumin tidak percaya.

“buat apa aku berbohong padamu? Aku juga tidak tertarik pada yeoja macam dia” jawab Suho dingin.

“hyung ingat umur donk….. umur mu itu sudah tua tetapi belum memiliki seorang yeoja” cibir Sehun.

“anak kecil seperti mu itu tau apa huh? Ikut-ikut masalah orang dewasa” lirik Suho.

“apa kata mu hyung?!” kata Sehun sambil berdiri dan mengambil pistol di saku celana nya dan mengarahkannya di Suho.

Suho pun tanggap dan mengikuti Sehun berdiri dan mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan ke Sehun.

“sudahlah hyung, Sehun, taruh pistol kalian” kata Xiumin sambil berdiri dan menurut kan pistol yang mereka acungkan.

Sehun dan Suho pun menurunkan pistol mereka bersamaan sambil saling menatap dingin diantara mereka. Xiumin hanya bisa menggeleng-geleng melihat tingkah hyung dan namdongsaengnya itu.

“lebih baik kita semua istirahat, hyung besok kau harus bekerja bukan? Sehun kau juga harus sekolah bukan? Besok kalian akan ku bangun kan pagi-pagi sekali, aku tidak mau mendengarkan alasankan sedikit pun atau kalian akan merasakan rasa yang amat sakit besok pagi” terang Xiumin.

Sepontan Sehun dan Suho pun menggelidik ketakutan karena perkataan Xiumin tadi, tanpa berkata apapun Sehun dan Suho pun pergi kekamar mereka masing-masing. Xiumin pun membereskan kursi-kursi itu dan mengeluarkan sebuah foto dari kantung celanannya. Foto yang sama dengan yang ada di kamar tempat Tiffany tidur.

“Krys….. sepertinya oppa telah menemukan penggantimu dan yang akan menemani oppa” kata Xiumin sambil masukan foto itu ke kantung celanannya dan pergi ke kamarnya untuk tidur.


-          - To be continue -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar