Selasa, 04 Maret 2014

The Wolf (First Day)


Title : The Wolf part 2

Author : Kim_Yunae

Main Cast :
-          - Tiffany hwang
-          - Kim Min Seok (xiumin)
-          - Oh Sehun (Sehun)
-          - Park Chanyeol
-          - Kim Joon Myun (Suho
-          - Do Kyung Soo (D.O)

Genre : AU (Alternate Universe), Romance, Action, Brothership, Friendship, Mystery, Sad

Length : Main Chapter

Rated : T

Disclaimer : Segala hal yang berada dalam Fanfiction ini, Murni adalah imajinasi saya! Don’t BASHING!! Don’t Like? Don’t Read!!
‡ The Wolf  ‡
Sinar matahari mengintip dari balik tirai kamar seorang namja berpipi bakpao, namja berpipi bakpao pun merasa terusik karenanya. Akhirnya namja itupun bangkit dari kasurnya, mandi dan bergegas membangunkan hyung dan namdongsaengnya, tetapi dia melihat pintu kamar yeoja yang kemarin di ajak oleh hyung nya sudah terbuka.

‘apakah dia sudah bangun?’ batin namja berpipi bakpao itu.

Tiba-tiba dia mencium bau masakan yang sangat menggoda dari dapur, dia pun berjalan ke dapur dan melihat seorang yeoja sedang memasak. Karena merasa di perhatikan, yeoja itu pun menoleh kearah pintu dan tersenyum manis kepada namja berpipi bakpao itu. Namja berpipi bakpao itu pun tiba-tiba salah tingkah dan segera menghampiri yeoja itu.

“morning Xiumin~sshi” kata yeoja itu sambil memperlihatkan eyesmile yang dia miliki.

“morning too fanny” balas namja bernama Xiumin itu.

“apa yang kau masak?” Tanya Xiumin sambil menarik salah 1 bangku dan duduk.

“bulgogi, tetapi aku tidak tau enak apa tidak? Bisakah kau mencicipinya?” Tanya Tiffany.

“baiklah” kata Xiumin sambil mengambil sumpit dan mencicipi hasil masakan Tiffany.

“bagaimana rasanya?” Tanya Tiffany.

Xiumin mengunyah bulgogi buatan Tiffany dengan muka aneh dan menaruh sumpit itu di meja.

“aneh ne?” Tanya Tiffany dengan muka kecewa.

“aku belum berkomentar lho” kata Xiumin.

“bagaimana dengan rasanya oppa?” Tanya Tiffany lagi.

“mwo?! Kau panggil aku apa tadi?” Tanya Xiumin balik.

“oppa” jawab Tiffany polos.

“sejak kapan aku memperbolehkan kau memanggil ku oppa huh?” Tanya Xiumin sambil bangkit dari tempat duduk nya dan mendekatkan mukanya ke muka Tiffany.

Tiffany hanya bisa diam dan Xiumin semakin mendekatkan muka nya ke muka Tiffany. Tiffany pun menutup matanya dan ……

Chu~
Xiumin mencium pipi Tiffany dan Xiumin pun menoleh dan melihat Sehun dan Suho berdiri dengan muka shock. Xiumin sepontan mengeluarkan senyuman yang sulit diartikan.

“ya…. hyung, Sehun cepatlah sarapan…. Kalian bisa terlambat nanti” kata Xiumin sambil duduk lagi ke bangkunya.

Tiffany pun duduk berhadapan dengan Xiumin dan diam saja. Suho pun tanpa berkata-kata duduk di sebelah Xiumin dan Sehun duduk di sebelah Tiffany. Tiffany pun mengambil kan nasi untuk Suho, Xiumin, Sehun dan dirinya.

“siapa yang memasak tadi?” Tanya Seho sambil memakan bulgogi yang ada di piring.

“yeoja…” jawab Xiumin enteng sambil makan.

Suho pun melirik Tiffany dengan tatapan heran.

‘apakah dia yang memasaknya?’ batin Suho.

Tiffany yang sadar di perhatikan oleh Suho pun hanya mengangguk pelan. Suho pun melanjutkan makan nya, dia merasakan bulgogi itu mirip dengan masakan alm. Sang eomma.

“uhuk… uhuk…..”

Tiba-tiba Tiffany, Xiumin dan Suho menoleh kearah namja yang terbatuk-batuk itu.

“Sehuna apakah kau tersedak?” Tanya Xiumin.

“uhuk…..aku pikir hyung….. uhuk…..” kata Sehun sambil terus terbatuk-batuk.

Tiffany yang duduk di sebelah nya pun menepuk-nepuk pelan punggung Sehun. Xiumin yang habis mengambil kan minum untuk namdongsaengnya itu dan memberikan pada Tiffany.

“minumlah dulu” kata Tiffany sambil menyodorkan air kepada Sehun sambil menepuk-nepuk punggung Sehun pelan.

 Sehun pun mengambil gelas dari tangan Tiffany dan meminum air itu. Setelah dia selesai terbatuk-batuk Sehun menoleh dan ………

Chu~

Sehun mencium sekilas bibir Tiffany dan berdiri dari kursi.

“hyung…. Aku berangkat dulu ne…. Annyeong Hyung Annyeong Fanny” kata Sehun sambil berlari keluar dari rumah.

Tiffany hanya bisa mematung dan merasakan pipinya memanas. Jujur dia belum pernah berciuman dengan siapapun dan Sehun telah mengambil first kiss nya. Sepontan Suho dan Xiumin melihat kejadian itu hanya bisa diam dan shock melihat kelakuan sang saeng. Setelah selesai makan, Xiumin membereskan semua yang ada di meja makan dan Tiffany duduk di ruang tamu sambil membaca Koran. Suho pun keluar dari kamar nya dengan pakaian yang cukup rapi, Tiffany pun melihat Suho dengan teliti.

“apa yang kau lihat huh?” Tanya Suho.

Tiffany pun mendekati Suho.

“dasi mu kurang bagus bentuk nya” kata Tiffany sambil membetulkan dasi Suho.

Sementara Tiffany membetulkan dasi Suho, Suho pun membelai rambut Tiffany dan mendorong kepala Tiffany pelan mendekat padanya.

Chu~

Suho pun mencium dahi Tiffany, Tiffany hanya bisa diam dan membetulkan dasi milik Suho.

“sudah….” Kata Tiffany sambil menutupi rasa malunya.

“kamsahamnida fanny” kata Suho.

Chu~

Suho mencium dahi Tiffany lagi sambil pergi keluar rumah.

“Xiumin jaga Tiffany ne… aku kerja dulu, Annyeong…..” kata Suho sambil menutup pintu rumahnya.

Tiffany yang daritadi mendapatkan kejutan di dalam rumah itu pun segera berlari masuk kekamarnya dan mengunci nya.

-Tiffany POV-

Deg….
Deg…
Deg…
Deg….

Akh….. tidak mungkin jantung ku berdebar seperti ini, Pipi ku memerah dan aku pun duduk di lantai sambil memeluk kaki ku.

‘Apa benar aku baru saja mendapatkan ciuman dari 3 namja penghuni rumah ini?’

Aku pun menyentuh pipi ku yang tadi di cium oleh Xiumin oppa.
Aku menyentuh dahi ku yang dicium oleh Suho oppa.
Dan aku menyentuh bibir ku yang dicium Sehun.

“DASAR SEHUN BABO……..” teriak ku depresi.

“apakah kau baik-baik saja Tiffany?” Tanya Xiumin oppa.

“aaahhh…… ne oppa” jawab ku.

Aku pun keluar dari kamar ku dan melihat Xiumin didepan pintu ku dengan muka khawatir.

“jinjayo?” Tanya nya dengan muka khawatir.

“ne oppa” kata ku sambil menunjukan eyesmile ku.

Tiba-tiba Xiumin oppa memelukku, ku rasakan pipiku memanas dan mungkin muka ku bagaikan kepiting rebus sekarang.

“ada yang ingin kau bagikan dengan ku?” Tanya Xiumin oppa.

“maksud oppa?” Tanya ku balik.

“ada yang kau sembunyikan selama ini bukan? Ceritakan saja padaku”jelas Xiumin oppa.

‘kenapa dia tau aku menyembunyikan banyak masalah? Apakah dia membaca pikiranku?’ batin ku.

“sudahlah ayo ceritakan apa yang terjadi dari awal mula hingga kau kabur dan bertemu dengan Suho hyung” kata nya sambil menggendong dan medudukan ku kekasur.

Dia pun menarik kursi dari meja rias itu dan duduk di depan ku sambil megenggam tanganku.

“awalnya semua terjadi sejak kedatangan Jessica ke rumah”

-flash back-
Eomma mengajak ku pergi ke rumah nya dulu sebelum mengenal appa, di dalam perjalanan eomma hanya menangis eomma, aku hanya dapat melihat eomma sambil terdiam karena aku duduk di bangku belakang. Tiba-tiba dari arah lain ada sebuah mobil melaju kencang dan nyaris menabrak kami. Sepontan eomma menghidari dan menabrak pohon besar yang ada di trotoar.

BRAK…………

Aku yang duduk di bangku belakang pun selamat dari kecelakaan itu aku pun segera keluar dari mobil itu dan meminta tolong.

“TOLONG…….” Teriak ku.

Tiba-tiba orang-orang berdatangan menghampiri ku.

“TOLONG EOMMA FANY” teriak ku lagi.

Tiba-tiba ada beberapa ahjusshi memakai baju polisi menghampiriku.

“eomma mu dimana?” Tanya salah 1 ahjusshi memakai baju polisi itu.

“eomma ada di bangku supir ahjusshi” kata ku sambil menunjuk pintu bangku supir yang kaca nya pecah.

“sepertinya parah…. Hyung telpon pusat suruh bawa mobil Derek” perintah ahjusshi yang bertanya kepadaku.

Ahjusshi yang tadi mendekati pintu supir dan mencoba membuka paksa hingga pintu lepas dan ku lihat eomma bersimbah darah.

“eomma….” kata ku sambil mendekat.

“jangan mendekat” cegah salah 1 ahjusshi berpakaian polisi itu.

Dari kejauhan terdengar suara ambulance datang. Ahjusshi itu berhasil mengeluarkan eomma dan menggotongnya ke dalam ambulance, aku pun mengikutinya masuk kedalam ambulance. Aku hanya bisa menangis, tiba-tiba tangan ahjusshi itu megenggam tangan kecilku.

“percayalah eomma mu akan selamat” katanya.

Aku hanya menggangguk dan membelai wajah cantik eomma yang bersimbah darah.

“eomma jangan tinggalkan fany sendiri” kata ku pelan.

Sesampai nya di rumah sakit, eomma langsung di bawa ke ICU dan aku tidak diperbolehkan masuk. Akhirnya aku pun hanya bisa menunggu sendirian, kulihat appa berlari dengan muka khawatir dan langsung memelukku. Aku pun melihat Jessica ahjumma sambil menggendong bayi berusia 12 bulan, tanpa sepatah katapun aku melepaskan pelukan appa dan pergi ke kamar mandi. Appa masih mengikuti dan menarik tanganku, appa pun berlutut didepan ku.

“ada apa Tiffany jujur kepada appa? Kenapa bisa terjadi seperti ini” Tanya appa.

Kulihat Jessica ahjumma dari jauh kulihat dia sedang tersenyum licik sambil melihat kamar tempat eomma di rawat. Aku pun tidak menjawab pertanyaan appa dan berusaha melepaskan tangan appa yang menggenggam tanganku.

-flash back end-

“semenjak itu aku membenci Jessica ahjumma dan juga appa, selama aku tinggal disana aku hanya merasakan tinggal sendirian” kata ku sambil meneteskan airmata.

Xiumin oppa pun menghapus air mataku dengan jarinya, dan memelukku.

“aku dengar juga kau memilik saeng bernama Seohyun, apakah itu benar?” Tanya nya.

“ne dia anak Jessica ahjumma dengan appa” kata ku sambil menahan tangis ku.

“keluarkan saja tangis mu itu jangan di tahan” kata Xiumin oppa sambil membelai rambutku.

“hiks….. hiks….” Akhirnya tangis ku pun pecah di pelukan Xiumin oppa.

“uljimayo fany” kata Xiumin oppa sambil terus membelai rambutku.

“hiks…. Dan kenapa ada orang yang hiks….. mirip dengan Jessica ahjumma hiks…… di dunia ini hiks…..” kata ku di tengah-tengah tangisku.

“nuguseo?” Tanya Xiumin.

“yeoja yang ada di foto di meja rias” kata ku.

“itu sebenarnya adalah foto saeng kandung ku” kata Xiumin oppa sambil melepaskan pelukannya
.
“dia meninggal 5 tahun lalu” katanya.

“mi…mianhae… oppa” kata ku.

“gwenchannayo… wajar karena kau tidak tau” kata Xiumin oppa sambil mengacak-acak rambutku.

“aish oppa……“ gerutu ku sambil membenahi rambutku.

“kau ingin jalan-jalan? Mumpung hari ini sangat cerah” ajak Xiumin oppa.

“baiklah oppa, tetapi sebelum nya aku cuci muka dulu ne” kata ku.

“ne aku tunggu di ruang tamu ne” katanya sambil keluar dari kamarku.

Aku pun segera kekamar mandi dan mencuci muka ku, aku pun melihat isi lemari itu ternyata ada baju yang muat aku gunakan. Aku pun mengganti baju dan tidak lupa memasukan pistol ke dalam saku celana ku. Aku pun segera keluar dan menghampiri Xiumin oppa yang telah menunggu ku.

-Tiffany POV End-

-Xiumin POV-

‘lama sekali yeoja itu’ batin ku.

Aku pun mengambil pistol di laci dan memasukannya kedalam saku, untuk jaga-jaga jika ada yang menyerang ku atau Tiffany. Aku pun duduk sambil membaca Koran dan sepontan melihat sebuah berita yang menjadi hot news.

‘SEBANYAK 6 NAMJA DI TEMUKAN TEWAS DI JLN. XXXXXX’

Aku pun membaca berita itu dengan seksama.

‘apakah ini hasil kelakuan Suho hyung dan Tiffany?’ batin ku.

Kulihat Tiffany sudah siap dan menghampiriku.

“kajja oppa” katanya.

“ne kajja” kata ku sambil menaruh Koran itu dan meganggeng tangan Tiffany keluar rumah.

Aku pun mengajak Tiffany ke salah 1 pusat game center, kulihat dia sangat senang. Aku pun mengajaknya bermain banyak permainan hingga tidak terasa hampir 4 jam kami berada disana.

“aniyo oppa… aku sangat senang malah” katanya dengan semangat dan menunjukan eyesmile yang dia miliki.

Tiba-tiba beberapa namja berbadan kekar dengan memakai topeng hitam masuk sambil menodongkan pistol, salah satu nya menembakan pistol nya ke udara.

DOR……..

KYA……..

Semua orang menjadi histeris dan kebetulan di game center itu sedang banyak pengunjung. Aku pun menarik Tiffany merunduk biar sama dengan yang lainnya.

‘Tiffany… kau membawa pistol?’ kata ku lirih.

‘ne oppa aku bawa…’ jawab Tiffany berbisik.

“DIAM…. ATAU KU TEMBAK KAU…….” Bentak salah 1 namja berbadan kekar itu.

2 namja berjalan kearah tempat berjualan koin dan meminta uang yang di dimiliki di kasir di bawa masukan semua di dalam koper. Aku pun mencari celah dimana aku bisa menyelamatkan diri dan juga Tiffany tanpa harus melukai siapapun. Tiba-tiba salah 1 namja berbadan kekar menarik Tiffany dan di paksa berdiri.

“lepaskan dia…..” kata ku.

Namja itu pun mengarahkan pistol nya kearah ku.

“DIAM…..” bentaknya.

“KEMBALI KE POSISIMU…” bentaknya lagi.

Aku pun melihat Tiffany dan memberi kode untuk menunduk. Tiffany pun membalas dengan anggukan dan menundukan kepala nya, namja berbadan kekar itu pun heran melihat Tiffany. Kesempatan itu tidak aku sia-siakan, aku segera berdiri dan menedang muka namja itu hingga Tiffany pun dilepaskan.

“kajja Tiffany……” kata ku sambil menarik tangan Tiffany.

Aku dan Tiffany pun berlari sekuatnya.

“BERHENTI….” Kata namja yang lain.

Mereka pun menembaki kami.

DOR…..
DOR…..
DOR……

Aku pun berlari di belakang Tiffany, salah 1 tembakan itu mengenggores kaki ku.

“akh……. “ erang ku.

“oppa tidak apa-apa?” Tanya Tiffany sambil menarik ku sembunyi.

“gwenchannayo Tiffany” jawabku sambil menahan sakit.

Tiffany pun melepaskan jaket nya dan menyobek jaket itu dengan paksa, kain jaket itu pun di di lilitkan ke kaki ku. Aku pun mengeluarkan pistol dan memasang peredam suara, dengan sangat perlahan aku berdiri.

‘oppa….’ Panggil pelan Tiffany.

Aku hanya mengangguk dan mengitip dari balik tembok, ku lihat namja-namja itu sedang kebingungan mencari kami. Aku pun mengarahkan pistol ku ke salah satu namja itu dan menembaknya. Namja yang aku tembak tadi pun tersungkur di tanah, sedang kan para sekongkolannya Nampak heran. Aku pun menebaki mereka 3 sekaligus dan semuanya tersungkur ditanah.

“ayo Tiffany keluar…..” kata ku sambil menarik tangan Tiffany.

“ne oppa….. “ Tiffany mengikutiku sambil menatapku takjub.

Aku pun hanya bisa berjalan cepat sambil menarik Tiffany, tiba-tiba Tiffany menarik ku lagi sembunyi di balik tembok. Ternyata salah 1 dari sengkongkolan itu mencari teman-temannya, tanpa basa-basi Tiffany mengeluarkan pistolnya dan menembak namja itu. 1.. 2… 3… 4… kurang 1 lagi dan aku yakin dia sedang ada di kasir.

“Tiffany lewatlah jalan belakang…. Terus masuk dari depan, aku akan menunggumu di kasir” perintahku.

“tetapi oppa…” kata Tiffany

“tidak ada penolakan” selaku.

Tiffany hanya bisa mengangguk sambil berlari mencari pintu keluar, aku pun meneruskan jalan ku kea rah kasir dan BINGO….. dugaan ku benar.

“hei…… namja tolol….” Panggil ku.

Tiba-tiba namja itu menoleh sambil mengarahkan pistol ke padaku, aku pun menodongkan pistol ku tanpa rasa takut.

“TARUH SENJATAMU…..” bentak namja itu.

“ATAU KAU AKAN……..” katanya

“atau apa huh ?! semua sengkokolan mu telah mati bodoh” kata ku sambil menunjukan smrik yang ku miliki.

Namja itu pun mulai marah dan siap-siap akan menembakku.

“kau tembak dia atau kepala mu akan pecah” ancam yeoja di belakang namja itu sambil menodongkan pistol kearah namja itu.

Namja itu pun segera menurunkan pistolnya, dan Tiffany pun mengambil koper berisikan uang itu. Ia pun menghampiri ku.

“lebih baik kita kembalikan uang ini” kata Tiffany.

Aku hanya mengangguk dan melihat namja itu mulai mengambil pistolnya lagi dan berusaha menembak Tiffany. Reflek ku dorong Tiffany hingga terjatuh dan….


-to be continue-